
Pada tanggal 1 Februari, Rusia melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap sebuah bus yang mengangkut pekerja tambang yang meninggalkan tambang DTEK di Oblast Dnipropetrovsk, pusat penting bagi industri batu bara Ukraina. Serangan tersebut menewaskan 12 orang, melukai sedikitnya 16 orang lainnya, menjadikannya korban jiwa terbesar bagi karyawan DTEK sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada tahun 2022. Dalam waktu 24 jam setelah serangan pertama, pasukan Rusia melancarkan serangan kedua terhadap tambang DTEK di Oblast Dnipropetrovsk, kali ini merusak gedung-gedung administrasi.
DTEK, sebuah perusahaan listrik terkemuka di wilayah Dnipropetrovsk Ukraina, telah menjadi sasaran beberapa serangan oleh pasukan Rusia, termasuk empat insiden pada bulan Oktober 2025dan lebih dari 200 serangan yang ditargetkan sejak invasi dimulai, menurut DTEK.
“Serangan ini adalah serangan teroris yang ditargetkan terhadap warga sipil dan kejahatan lain yang dilakukan Rusia terhadap infrastruktur penting,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. “DTEK menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga korban dan memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada para korban tragedi ini dan keluarga mereka.”



